Selasa, 06 Mei 2014

baju cantik dalam toko terlihat indah



Soal pertanyaan hasil diskusi



Tugas Semantik 4 :
Soal Pertanyaan Hasil Diskusi Pembahasan Jenis Makna Pada Buku Pengantar Semantik Bahasa Indonesia Oleh : Abdul Chaer Penerbit Rineka Cipta.
Pertanyaan :
1.        Apakah ada perbedaan makna Referensial dan Non Referensial ?
2.        Mengapa makna Afektif lebih terasa secara lisan dari pada tulisan ?
3.        Jelaskan perbedaan makna stiliska ?
4.        Jelaskan perbedaan yang mendasar Idiom Penuh dan makna Idiom sebagian ?
5.        Jelaskan idiomatikal dan pribahasa ?
6.        Jelaskan perbedaan makna leksikal dan makna kata ?
7.        Jelaskan maksud yang sama antara idiom, ungkapan dan metapora ?
8.        Jelaskan makna leksikal dan makna denotasi ?
9.        Jelaskan makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu ?
10.    Jelaskan makna kolokatif ?

Jawaban :
1.        Perbedaan makna referensial dan makna non referensial yaitu : pada dasarnya kata referensial memiliki bentuk dasar referen,  yaitu sesuatu diluar bahasa yang diacu oleh kata itu ( Chaer, 2009:64 ). Sebuah makna dikatakan nonrefensial apabila kata-kata tersebut tidak mempunyai referen.
2.        Makna afektif lebih terasa secara lisan karena makna afektif merupakan makna yang muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Karena makna afektif berhubungan dengan reaksi pendengar atau pembaca dalam dimensi rasa, maka dengan sendirinya makna efektif berhubungan pula dengan gaya bahasa.
3.        Makna stiliska adalah makna berkenaan dengan gaya pemilihan kata sehubungan dengan adanya perbedaan sosial dan bidang kegiatan di dalam masyarakat. Karena itulah, dibedakan makna kata rumah, pondok, istana, keraton,kediaman, tempat tinggal dan residensi.
4.        Idiom penuh adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan dengan satu makna, seperti yang sudah kita lihat pada contoh membanting tulang,menjual gigi, dan meja hijau diatas. Sedang pada idiom sebagian masih ada unsur yang miliki makna leksikalnya sendiri, misalnya daftar hitam yang berarti’ daftar yang berisi nama-nama orang yang dicurigai /dianggap bersalah, koran kuning yang berarti koran yang seringkali memuat berita sensasi dan menunjukkan gigi yang berarti’menunjukkan kekuasaan’. Kata daftar,koran, dan menunjukkan pada idiom-idiom tersebut masih memiliki makna leksikal; yaitu’daftar’,’koran’, dan menunjukkan’, yang bermakna idiomatikal hanyalah kata-kata hitam, kuning, dan gigi dari idiom-idiom tersebut. Jadi perbedaannya idiom penuh unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan dengan satu makna,dan pada idiom sebagian masih ada unsur yang miliki makna leksikalnya sendiri.
5.        Makna idiomatikal adalah makna sebuah satuan bahasa (entah kata, frase, atau kalimat ) yang “ menyimpang” dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Untuk mengetahui makna idiom sebuah kata ( Frase atau kalimat ) tidak ada jalan lain selain mencarinya di dalam kamus. Sedangkan makna pribahasa masih dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara makna leksikal dan gramatikal unsur-unsur pembentuk pribahasa itu dengan makna yang menjadi tautannya.
6.        Perbedaan makna istilah dan makna kata,  makna kata adalah walaupun secara sinkronis tidak berubah tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan, dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Kalau lepas dari konteks kalimat, makna kata itu menjadi umum dan kabur. Sedangkan makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuwan tertentu. Jadi, tanpa konteks kalimatnya pun makna istilah itu sudah pasti.
7.        Ketiga istilah ini sebenarnya mencakup objek pembicaraan yang kurang lebih sama. Hanya segi pandangannya yang berlainan. Idiom dilihat dari segi makna, yaitu “ menyimpangnya “ makna idiom ini dari makna leksikal dan makna gramatikal unsur-unsur pembentukanya. Ungkapan dilihat dari segi ekspresi kebahasan, yaitu dalam usaha penutur untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosinya dalam bentuk-bentuk satuan bahasa tertentu yang dianggap paling tepat dan paling kena. Sedangkan metafora dilihat dari segi digunakan sesuatu untuk memperbandingkan yang lain dari yang lain umpamanya matahari dikatakan atau di perbandingkan sebagai raja siang.
8.        Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referensinya, makna yang sesuai dengan hasil observasi alat indra, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Makna denotatif sering juga disebut makna denotasional, makna konseptual, atau makna kognitif karena dilihat dari sudut yang lain. Pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotatif ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran,perasaan, atau pengalaman lainnya. Jadi, makna denotatif ini menyangkut informasi-informasi faktual objektif.
9.        Makna konotatif dapat juga berubah dari waktu ke waktu misalnya ceramah dulu kata ini berkonotasi negatif karena berarti cerewet tetapi sekarang konotasinya positif, sebaliknya kata perempuan dulu sebelum zaman jepang berkonotasi netral, tetapi berkonotasi negatif.
10.    Makna kolokatif berkenaan dengan makna kata dalam kaitannya dengan makna kata lain yang mempunyai “ tempat ” yang sama dalam sebuah frase ( ko=sama, bersama; lokasi=tempat.