Jumat, 06 Juni 2014

makna aku dan kami



MAKNA PENGGUNAAN AKU DAN KAMI OLEH ALLAH DALAM AL-QUR’AN
1.        Penggunaan kata “ AKU”
kata “AKU” dalam Ayat Al-qur’an dipergunakan manakala terjadi aktivitas tuhan yang langsung ditangani sendiri tidak mendapatkan campur tangan dari unsur lain atau dalam hal ini tidak ada libatan proses dengan para malaikat atau mekanisme alam.
Maka ketika tuhan mengadakan suatu penciptaan yang tidak melibatkan makhluk manapun Allah swt dan menggunakan kata ana atau inni ( aku ) atau juga huwa ( dia ) bisa juga lafadz Allah sendiri. Yang demikian maknanya adalah menunjukkan kekuataannya yang maha dasyhat. Tidak ada makhluk lainpun yang dapat menyamai keagungan dan kekuatan penciptaan-Nya yang luar biasa.

2.        Penggunaan kata “ KAMI ”
Kata kami ( Allah ) dalam ayat Al-qur’an dipergunakan manakala terjadi aktivitas tuhan yang berkaitan dengan adanya tahapan atau proses yang progressnya berlangsung dibawah dan kekuasaannya, namun melibatkan unsur lain dalam hal ini terdapatan libatan unsur para malaikat, dan adanya unsur proses mekanisme alam.
Oleh karena itu ketika allah swt. Menciptakan manusia dalam ayat digunakan kata kami karena merupakan peristiwa penciptaan yang melalui proses atau tahapan sehingga melibatkan aktifitas kerja” dengan unsur lain pada proses penciptaannya.

buku teks SMA



UNSUR SEMANTIK YANG TERDAPAT DALAM BUKU TEKS SMA BAHASA INDONESIA KELAS XII PENERBIT YUDHISTIRA  DESEMBER 2007

Kebahasan
Menggunakan kata yang mengalami perubahan makna
Pada teks ekspresi remaja meapresiasi budaya melayu di depan terdapat penggunaan kata perempuan dan laki-laki. kata perempuan dan laki-laki sering kali diganti dengan kata wanita dan pria. Hal ini dikarenakan kata wanita dan pria dianggap lebih tinggi nilai rasanya. Kata-kata tersebut dikatakan mengalami perubahan makna
Perubahan makna yang dialami kata-kata dalam bahasa indonesia disebabkan beberapa faktor. Oleh karena penyebabnya bermacam-macam, maka jenis perubahan maknanya juga bermacam-macam.
Jenis perubahan makna kata
Perubahan makna kata yang disebut meliputi : perluasan arti, penyempitan arti, perubahan total, penghalusan, dan pengasaran, ( chaer,1990:145-150 ).
a.         Perluasaan hati
Perluasaan artinya perubahan makna pada sebuah kata yang dulunya mengandung satu makna khusus tetapi kemudian meluas.
b.        Penyempitan arti
Penyimpitan arti, berarti perubahan makna pada sebuah kata dimana makna yang lama lebih luas dari pada makna yang baru.
c.         Ameliorasi
Ameliorasi berarti suatu proses perubahan makna dimana arti yang baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasanya dari arti yang lama.
d.        Peyorasi
Peyorasi berarti suatu proses perubahan makna dimana arti yang baru dirasakan lebih rendah nilai rasanya daripada arti yang lama.
e.         Sinestesia
Sinestesia berarti perubahan makna kata akibat penukaran tanggapan indra.
f.         Asosiasi
Asosiasi ( pertautan makna ) berarti perubahan makna kata karena ditautan dengan hal-hal lain yang memiliki kesamaan sifat.
g.        Perubahan total
Perubahan total berarti perubahan makna secara total dari makna aslinya.






persamaan kata



PERUBAHAN FONEM YANG MENIMBULKAN MAKNA YANG BERBEDA
Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
1.      Gula = bahan pemanis biasanya berbentuk kristal yang dibuat dari air tebu.
Gila = sakit ingatan
2.      Sikap = perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan.
Sikat = pembersih yang dibuat dari bulu.
3.      Muka = bagian dari kepala, dari dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yang satu dan telinga yang lain.
Buka = jarak; antara;
4.      Wajah = bagian depan dari kepala.
Wajar = biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apapun.
5.      Kabut = kelam; suram; tidak nyata.
Kabur = tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas.
6.      Kuah = air gulai, biasa dimakan bersama dengan nasi.
Buah =
7.      Lima = angka
Lama = panjang antaranya, panjangnya waktu.
8.      Keris = senjata tajam bersarung
Keras = padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah.
9.      Motor = mesin yang menjadi tenaga penggerak.
Kotor = tidak bersih; kena noda.
10.  Kakek = bapak dari ayah atau bapak dari ibu.
Kakak = saudara tua; kata sapaan kepada orang laki-laki atau perempuan yang lebih tua.
11.  Kita = pronominal persona pertama jamak.
Kata = satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
12.  Pada = suatu pola tekanan yang dipakai untuk mengukur struktur persajakan.
Padi = tumbuhan yang menghasilkan beras.
13.  Pandu = penunjuk jalan; perintis jalan.
Panda = binatang.
14.  Sopir = pengemuni mobil.
Sipir = penjaga penjara.
15.  Temu = jumpa.
Tamu = orang yang datang berkunjung .
16.  Rumah = bangunan untuk tempat tinggal.
Ramah = baik hati dan menarik budi bahasanya.
17.  Capai = raih.
Cabai = tanaman perdu yang buahnya bulat panjang dengan ujung meruncing.
18.  Mata = indra untuk melihat.
Mati = sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi.
19.  Batik = kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menekankan malam pada kain itu.
Butik = toko pakaian ekslusif yang menjual pakaian modern.
20.  Angin = gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi kedaerah yang bertekanan rendah.
Ingin = hendak; mau; berhasrat.
21.  Tandang = mengunjungi; menemui.
Tendang = sepak; depak; terjang.
22.  Sita = tuntutan pengadilan.
Situ = tempat yang tidak jauh dari pembicara.
23.  Sayur = daun-daunan (seperti sawi), tumbuh-tumbuhan (tauge), polongan (kapri, buncis) dan sebagainya, yang dapat dimasak.
Sayup = hampir sampai pada sasaran.
24.  Air = cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan dalam kehidupan manusia.
Aur = buluh; bambu.
25.  Puluh = satuan bilangan kelipatan sepuluh yang dilambangkan dengan sebuah nol di belakang angka.
Peluh = air yang keluar dari lubang pada kulit (pori), keringat.
26.  Jarang = renggang atau lebar jaraknya.
Jurang = lembah yang dalam dan sempit serta curam dindingnya.
27.  Lidi = tulang daun nyiur.
Lada = tanaman memanjat dan bercabang banyak.
28.  Jatuh = turun atau meluuncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi.
Jatah =  jumlah atau banyaknya barang dan sebagainya yang telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah).
29.  Sapu = alat rumah tangga dibuat dari ijuk.
Sapa = perkataan untuk menegur (mengajak bercakap-cakap).
30.  Kebas = berasa kaku kakinya.
Kibas = gerakan seperti mengipas.
31.  Rubah = binatang.
Rebah = bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring.
32.  Buta =  tidak dapat melihat karena buta matanya.
Bata = benda yang berbentuk persegi panjang seperti kotak atau peti kecil.
33.  Kayu = pohon yang batangnya keras.
Kaya = mempunyai banyak harta (uang).
34.  Topi = tudung kepala.
Tapi = tetapi.
35.  Tas = kemasan atau wadah berbentuk persegi dan sebagainya biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu.
Jas = baju resmi (potongan eropa) berlengan panjang berkancing satu sampai tiga.
36.  Baju = pakaian penutup badan bagian atas.
Batu = benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain tetapi bukan logam.
37.  Hulu = bagian tubuh dari leher ke atas.
Bulu = rambut pendek dan lembut pada tubuh manusia (bukan di kepala) atau binatang.
38.  Pantun = bentuk puisi Indonesia.
Pantul = bergerak balik karena membentur sesuatu atau karena refleksi.
39.  Muda = belum sampai setengah umur.
Kuda = binatang menyusui, berkuku satu biasa dipiara orang sebagai kendaraan.
40.  Gelang = barang yang berbentuk lingkaran atau cincin besar.
Belang = warna yang lebih dari semacam, berwarna loreng-loreng; harimau.
41.  Saya = pronomina I tunggal.
Sama = serupa (halnya, keadaannya) tidak berbeda; tidak berlainan.
42.  Buas = galak; liar; ganas: binatang.
Kuas = alat untuk melukis atau mengecat.
43.  Tali = barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastic, dsb).
Tuli = tidak dapat  mendengar.
44.  Bola = benda bulat dibuat dari karet untuk bermain-main.
Bala = malapetaka; kemalangan; cobaan.
45.  Aku = Pron kata ganti orang pertama yang berbicara atau yang menulis; diri sendiri.
Aki = alat untuk menghimpun tenaga listrik.
46.  Bunyi = Sesuatu yang terdengar atau ditangkap oleh telinga.
Sunyi = tidak ada bunyi atau suara apapun.
47.  Tanah = permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali.
Panah = senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang, berbulu pada pangkalnya dan tajam pada ujungnya.
48.  Lagi = sedang (dulu keadaan melakukan, dsb).
Laga = perkelahian.
49.  Marah = sangat tidak senang; berang; gusar.
Murah = lebih rendah dari pada harga yang dianggap berlaku di pasaran.
50.  Cinta = suka sekali; sayang benar.
Tinta = barang cair yang berwarna hitam, merah, dsb.