Jumat, 06 Juni 2014

persamaan kata



PERUBAHAN FONEM YANG MENIMBULKAN MAKNA YANG BERBEDA
Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
1.      Gula = bahan pemanis biasanya berbentuk kristal yang dibuat dari air tebu.
Gila = sakit ingatan
2.      Sikap = perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan.
Sikat = pembersih yang dibuat dari bulu.
3.      Muka = bagian dari kepala, dari dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yang satu dan telinga yang lain.
Buka = jarak; antara;
4.      Wajah = bagian depan dari kepala.
Wajar = biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apapun.
5.      Kabut = kelam; suram; tidak nyata.
Kabur = tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas.
6.      Kuah = air gulai, biasa dimakan bersama dengan nasi.
Buah =
7.      Lima = angka
Lama = panjang antaranya, panjangnya waktu.
8.      Keris = senjata tajam bersarung
Keras = padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah.
9.      Motor = mesin yang menjadi tenaga penggerak.
Kotor = tidak bersih; kena noda.
10.  Kakek = bapak dari ayah atau bapak dari ibu.
Kakak = saudara tua; kata sapaan kepada orang laki-laki atau perempuan yang lebih tua.
11.  Kita = pronominal persona pertama jamak.
Kata = satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
12.  Pada = suatu pola tekanan yang dipakai untuk mengukur struktur persajakan.
Padi = tumbuhan yang menghasilkan beras.
13.  Pandu = penunjuk jalan; perintis jalan.
Panda = binatang.
14.  Sopir = pengemuni mobil.
Sipir = penjaga penjara.
15.  Temu = jumpa.
Tamu = orang yang datang berkunjung .
16.  Rumah = bangunan untuk tempat tinggal.
Ramah = baik hati dan menarik budi bahasanya.
17.  Capai = raih.
Cabai = tanaman perdu yang buahnya bulat panjang dengan ujung meruncing.
18.  Mata = indra untuk melihat.
Mati = sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi.
19.  Batik = kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menekankan malam pada kain itu.
Butik = toko pakaian ekslusif yang menjual pakaian modern.
20.  Angin = gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi kedaerah yang bertekanan rendah.
Ingin = hendak; mau; berhasrat.
21.  Tandang = mengunjungi; menemui.
Tendang = sepak; depak; terjang.
22.  Sita = tuntutan pengadilan.
Situ = tempat yang tidak jauh dari pembicara.
23.  Sayur = daun-daunan (seperti sawi), tumbuh-tumbuhan (tauge), polongan (kapri, buncis) dan sebagainya, yang dapat dimasak.
Sayup = hampir sampai pada sasaran.
24.  Air = cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan dalam kehidupan manusia.
Aur = buluh; bambu.
25.  Puluh = satuan bilangan kelipatan sepuluh yang dilambangkan dengan sebuah nol di belakang angka.
Peluh = air yang keluar dari lubang pada kulit (pori), keringat.
26.  Jarang = renggang atau lebar jaraknya.
Jurang = lembah yang dalam dan sempit serta curam dindingnya.
27.  Lidi = tulang daun nyiur.
Lada = tanaman memanjat dan bercabang banyak.
28.  Jatuh = turun atau meluuncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi.
Jatah =  jumlah atau banyaknya barang dan sebagainya yang telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah).
29.  Sapu = alat rumah tangga dibuat dari ijuk.
Sapa = perkataan untuk menegur (mengajak bercakap-cakap).
30.  Kebas = berasa kaku kakinya.
Kibas = gerakan seperti mengipas.
31.  Rubah = binatang.
Rebah = bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring.
32.  Buta =  tidak dapat melihat karena buta matanya.
Bata = benda yang berbentuk persegi panjang seperti kotak atau peti kecil.
33.  Kayu = pohon yang batangnya keras.
Kaya = mempunyai banyak harta (uang).
34.  Topi = tudung kepala.
Tapi = tetapi.
35.  Tas = kemasan atau wadah berbentuk persegi dan sebagainya biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu.
Jas = baju resmi (potongan eropa) berlengan panjang berkancing satu sampai tiga.
36.  Baju = pakaian penutup badan bagian atas.
Batu = benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain tetapi bukan logam.
37.  Hulu = bagian tubuh dari leher ke atas.
Bulu = rambut pendek dan lembut pada tubuh manusia (bukan di kepala) atau binatang.
38.  Pantun = bentuk puisi Indonesia.
Pantul = bergerak balik karena membentur sesuatu atau karena refleksi.
39.  Muda = belum sampai setengah umur.
Kuda = binatang menyusui, berkuku satu biasa dipiara orang sebagai kendaraan.
40.  Gelang = barang yang berbentuk lingkaran atau cincin besar.
Belang = warna yang lebih dari semacam, berwarna loreng-loreng; harimau.
41.  Saya = pronomina I tunggal.
Sama = serupa (halnya, keadaannya) tidak berbeda; tidak berlainan.
42.  Buas = galak; liar; ganas: binatang.
Kuas = alat untuk melukis atau mengecat.
43.  Tali = barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastic, dsb).
Tuli = tidak dapat  mendengar.
44.  Bola = benda bulat dibuat dari karet untuk bermain-main.
Bala = malapetaka; kemalangan; cobaan.
45.  Aku = Pron kata ganti orang pertama yang berbicara atau yang menulis; diri sendiri.
Aki = alat untuk menghimpun tenaga listrik.
46.  Bunyi = Sesuatu yang terdengar atau ditangkap oleh telinga.
Sunyi = tidak ada bunyi atau suara apapun.
47.  Tanah = permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali.
Panah = senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang, berbulu pada pangkalnya dan tajam pada ujungnya.
48.  Lagi = sedang (dulu keadaan melakukan, dsb).
Laga = perkelahian.
49.  Marah = sangat tidak senang; berang; gusar.
Murah = lebih rendah dari pada harga yang dianggap berlaku di pasaran.
50.  Cinta = suka sekali; sayang benar.
Tinta = barang cair yang berwarna hitam, merah, dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar